Menyambut WOC
Amerika Support WOC 2009, Minta Isi Sesi Observasi Laut Global dan Oseanografi WASHINGTON- Setelah Perancis dan Australia, Pemerintah Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan iven international World Ocean Summit (WOC) 2009 di Indonesia, Manado. Bahkan, Pemerintah AS berinisiasi mengkoordinir pembahasan topik observasi laut global dan oseanografi di WOC mendatang.
Dukungan AS ini disampaikan Badan Kelautan dan Atmosfir AS (NOAAA) lewat Dr William Brennan, Deputy Assistant Secretary for International Affairs, NOAA ke Prof Indroyono, Kepala Badan Riset Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Gubernur SH Sarundajang dan peneliti senior Balitbang DKP Dr Tonny Wagey.
Pemaparan WOC dilakukan Dr Indroyono yang dilanjutkan sambutan Gubernur Sulut. Setelah itu, NOAA selaku wakil pemerintah Amerika Serikat langsung menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan WOC 2009. �Dengan dukungan pemerintah AS yang akan mengisi sesi Global Marine Observation dan Oseanografi, dukungan bilateral terus bertambah. Karena sebelumnya, Perancis akan mengisi sesi Coelacanth dan Australia sesi ikan hiu dan pari,� jelas Wagey.
Sebelumnya, rombongan melakukan pertemuan dengan tiga LSM dunia yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Yakni, The Nature Conservancy (TNC), Conservation International (CI) dan the World Wild Fund (WWF). Ketiga LSM ini tergabung dalam aliansi the Coral Triangle dan Indonesia, khususnya Sulut termask di dalamnya.
Kelompok ini sangat penting peranannya dalam kegiatan perikanan dan kelautan dunia dan memiliki akses besar terhadap pengambil kebijakan di AS. Mereka mengaku sangat terkesan visi Gubernur Sulut yang sangat sadar lingkungan. Dan secara tegas menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan WOC 2009.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa TNC akan menjadi �contact person� yang akan mengisi sekurang-kurangnya 2 sesi pada WOC 2009. Yaitu mengenai daerah perlindungan laut (MPA) dan terumbu karang. Bahkan, ketiga LSM tersebut menawarkan bantuan untuk membantu memperjuangkan status Bunaken, Likupang dan Selat Lembeh sebagai wilayah: Marine Natural Heritage Site
Agenda Sarundajang cs di Washington ini sangat padat. Sebab, di hari pertama diisi dengan pertemuan dengan Duta Besar dan Berkuasa Penuh RI Sudjadnan Parnohadiningrat. Rombongan diterima langsung Dubes dan seluruh jajaran KBRI di Washington DC. Dalam suasana yang sangat ramah dan santai sambil menikmati sarapan pagi di ruang pertemuan KBRI, Dubes RI menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan WOC 2009. Ia sekaligus menawarkan bantuan berupa tindak lanjut urusan WOC yang dapat difasilitasi KBRI dengan institusi di AS.
Gubernur Sarundajang dalam sambutannya mengetengahkan bahwa pemerintah dan rakyat Sulut telah siap menyambut WOC 2009. Sekalipun Sulut berada di tengah-tengah daerah konflik (Maluku, Maluku Utara, dan Poso) tetapi tetap aman. �Saya minta dukungan untuk sosialisasi WOC kepada masyarakat Indonesia di wilayah kerja KBRI,� pinta Sarundajang yang melakukan pertemuan ramah tamah dengan masyarakat Sulut di daerah Washington DC dan sekitarnya.
KEBANGGAAN SULUT
Sementara, sukses Gubernur SH Sarundajang meyakinkan PBB tentang pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado, mendapat apresiasi positif berbagai pihak. Bukan apa-apa, mendapat legitimasi dari PBB jelas kebanggaan buat Sulut.
�Ini sukses besar dan kebanggan buat masyarakat Sulut. Sebab, mendapat legitimasi PBB bukan hal gampang,� tukas DR Donald Pokatong, akademisi Unsrat. Ia menambahkan, sangat jarang seorang Gubernur di dunia berbicara di Markas PBB dan sukses meyakinkan WOC.
Lebih dari itu, dunia kini tahu bahwa Sulut ikut berpikir untuk keselamatan generasi mendatang. �Ini seperti mimpi menjadi kenyataan. Dengan dukungan PBB, Pak Sarundajang pantas disambut dengan karpet merah,� katanya lagi seraya memuji perjuangan SHS yang konsisten bekerja keras hingga sukses menggolkan WOC 2009.

Leave a Reply